fbpx

RAMAINYA PAGI DI TEBING KERATON. SANG PRIMADONA BARU DI UTARA BANDUNG.

Begitu cepatnya arus informasi di media sosial cukup manjadikan kawasan ini ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Tebing keraton menjadi begitu fenomenal di kalangan warga Bandung juga para traveler luar kota. Menyajikan panorama spektakuler dari ketinggian yang menghadap langsung hutan pinus Taman Juanda dengan gunung Tangkuban Parahu menjadi latar yang menjadikannya begitu sempurna…

Kabut di antara hujan pinus dengan latar gunung Tangkuban Parahu.Rasa penasaran yang begitu kuat sudah tidak bisa dibendung lagi. Karena cukup dekat dari tempat tinggal, jadi berangkat setelah solat Subuh saja. Hati yang tenang awal dari lancarnya perjalanan.

Menembus udara yang cukup dingin menuju arah Tahura (Taman hutan raya) Juanda Dago Pakar ditemani istri yang memeluk erat dari belakang. :mrgreen:

Berbeda dengan Tahura dengan petunjuk arah yang sudah sangat jelas. Tebing Keraton nyaris tanpa petunjuk jalan namun bukan berarti sulit menemukannya. Dari Taman Juanda ke arah utara kemudian belok kanan pada persimpangan pertama. Ikuti terus jalur utama hingga melewati Warung Bandrek kemudian belok kiri pada pertigaan berikutnya. Tanjakan dengan jalan yang cukup rusak menuntut keterampilan berkendara yang memadai. Hingga akhirnya sampai di perkampungan dengan satu-satunya petunjuk mengarah ke sebelah kiri. Jalan yang semakin sempit hanya cukup untuk dilewati satu mobil.

Tidak jauh dari persimpangan terakhir, siapkan lima ribu rupiah untuk biaya masuk motor. Dari pos ini pemandangan atas bukit sudah bisa dinikmati. Hanya sekitar 5 menit lagi menuju sang primadona.

Ternyata bukan hanya saya yang berpikir indahnya menikmati kawasan ini pagi hari. Deretan motor sudah berbaris rapi di sisi jalan. Mobil juga sudah memenuhi lapangan kecil di antara rumah warga.

Jika dulu masuk ke Tebing Keraton bisa gratis, saat ini akan dikenakan tarif sesuai dengan tiket masuk Taman Hutan Raya Juanda, sebelas ribu rupiah saja. Karena kawasan ini termasuk dalam wilayahnya. Tiket tersebut juga menjadi tiket masuk ke Taman Juanda yang berlaku satu hari melalui semua gerbang masuk. Namun terasa cukup mahal dengan minimnya prasarana dan fasilitas keselamatan bagi yang hanya ingin menikmati tebing ini saja.

Benar saja, pagi ini suasana sudah cukup ramai. Bidang yang sempit dan saling berhimpitan di ujung tebing bukan pilihan yang harus diambil. Hanya bisa pasrah menikmati dari belakang kerumunan.

Tenang, tetap bisa menikmati walau suasananya lebih sedikit meriah. Hutan yang diselimuti kabut hingga sunrise semua tersedia di sini. Pantas saja begitu fenomenal, pemandangannya juara.

photo1

Walau tidak bisa menginjakkan kaki di ujung tebing yang menjadi spot paling populer itu, foto berlatar gunung kebanggaan Jawa Barat ini sudah cukup menjadi penutup pagi yang menyenangkan

Info terakhir yang didapat dari warga yang menjadi tukang parkir dadakan itu, pagi dan sore hari selalu penuh pengunjung walau hari kerja sekalipun. Hanya saat siang hari kondisi jadi sedikit lebih lengang. Mungkin akan terus begitu sampai beberapa bulan kedepan …

Created by:

Sumber 

RAMAINYA PAGI DI TEBING KERATON. SANG PRIMADONA BARU DI UTARA BANDUNG.
Berikan Penilaian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *