Kuliner di Bandung yang eksis dari Jaman Kolonial

Berbicara tentang kuliner di bandung akan tiada habisnya, apalagi kota ini dijuluki trend-setter wisata kuliner kekinian. Meski perkembangan jaman terhadap dunia kuliner makin asik dan banyak pilihan, ternyata banyak juga tempat tempat kuliner yang tetap eksis dari jaman Baheula:baca (dulu) dan tetap ramai dikunjungi, khususnya di akhir pekan di kota bandung.
apa saja kuliner kuliner yang eksis dari jaman kolonial tersebut.

 

1. Sop Buntut Dahapati

Rumah makan Dahapati ini memang berfokus dengan menu utama berbahan dasar Buntut Sapi, nama Dahapati sendiri diambil dari pangeran salah satu keturunan raja siamΒ yang mengungsi ke bandung pada tahun 1930-an, kemudian penerus keturunan pangeran tersebut mengoperasikan rumah dahapati ini menjadi gerai sop buntut yang terkenal.

untuk menuju ke rumah makan Dahapati cukup mudah, hanya berpatokan dan bersebrangan dengan SPBU cipaganti disitulah letak Rumah Makan Dahapati.

 

2. Sumber Hidangan

Our must-visit-no-matter-what place in Bandung is definitely this old-but-gold Het Snoephuis or Sumber Hidangan located in our favorite Braga Street. One of the oldest bakery and eatery in town, stands tall since 1929. This place is like a time machine, bring you back to years ago with its vintage interior and classic atmosphere. We had our breakfast that day so we just ordered our favorite snacks. Pretty large range of food, from bread to steak, coffee to ice cream with very very affordable price and authentic taste. Ah, we miss this place already. :'D #makanapaplg #makanapaplgbandung Soes Rp 8.500,- Kopi Susu Rp 6.000,- Cokelat Susu Rp 6.000,- Sumber Hidangan (d.h Het Snoephuis) Jl. Braga No. 20-22, Bandung

A post shared by #makanapaplg - Rangga & Nes (@makanapa.plg) on

Berdiri sejak tahun 1929, Toko Kue Sumber Hidangan ini dikenal sebagai Toko Kue, Roti dan Rumah makan. Suasana tempo doeloe langsung terasa saat kita memasuki tempat ini. Lupakan wifi, colokan listrik, dan sofa yang nyaman, menu-menu yang ditawarkanpun tidak terlalu banyak (kalau tidak mau dibilang sangat sedikit) ,mayoritas pengunjung tempat ini adalah pelanggan setia ataupun turis asing/lokal yang biasanya tahu tempat ini dari mulut ke mulut maupun review di blog/website.

 

3. BMC (Bandoengsche Melk Centrale)

Yoghurt #gofoodbandung #resto #bandung #yoghurt

A post shared by BMC Resto & Coffee (@bmcresto) on

Meski awalnya tempat ini digunakan sebagai koperasi pengolahan susu tertua di indonesia pada jaman hindia belanda, sejak tahun 1928 BMC sampe sekarang masih tetap eksis dan menjadi salah satu resto yang cukup terkenal dengan berbagai menu nusantara dan olahan susu nya. gerai kedai susu yang terletak dijalan aceh ini dibuka menjadi restoran pada tahun 1972, sampai saat ini BMC mempunyai gerai dimana mana salah satunya ada di Paris van Java mall.

 

4. Braga Permai

Dibuka pertama kali pada tahun 1918 dengan nama Maison Bogerijen, merupakan restoran terkenal pada jamannya dengan fokus menu european. Pada tahun 1923 di re-branding menjadi Braga Permai dan masih tetap terkenal sampai saat ini. sering dikunjungi oleh Ratu Belanda pada jaman dahulu, restoran yang masih eksis di jantung kota bandung ini tetap ramai dikunjungi oleh wisatawan asing khususnya dari eropa.

 

5. Warung Kopi Purnama

1930β€”

A post shared by M Ü N Z I R // (@monxieur) on

Restoran yang didirikan oleh Yong A Thong ini bernama Chang Chong Se, yang memiliki arti : Selamat Mencoba! Sejalan dengan kebijakan pemerintah Republik Indonesia, pada tahun 1966 restoran ini berganti nama memakai Bahasa Indonesia menjadi Warung Kopi Purnama. Tempat ini merupakan kopitam tertua dikota bandung, biasanya banyak orang berkunjung ke Warung Kopi Purnama pada saat pagi hari untuk sekedar sarapan dan minum kopi, apabila beruntung sahabat RTB bisa bertemu dengan walikota bandung Bapak Ridwan Kamil, yang sering berkunjung ke Warung Kopi Purnama dipagi hari sebelum beliau menuju Balai Kota.